Tampilkan postingan dengan label Dear di(blog)ary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dear di(blog)ary. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juni 2014

Kepada Kunang-Kunang

Ini bukan surat cinta, kekasih…
Hanya kegelisahan yang merangkul rindu, menjadikannya pilu
Surat terakhir yang ku layangkan seminggu lalu mungkin baru saja mendarat di telapak tanganmu yang halus
Mungkin jemari lancipmu pun baru saja membukanya
Tapi gelisah ini, kekasih, masih tak terobati walau potretmu pun terus ku pandangi.

Jumat, 28 Februari 2014

Pukul Lima



Warna-warni dunia. Senja pukul lima. Serba-serbi kehidupan. Segala rupa tumpah ruah turun ke jalan.

Minggu, 08 Desember 2013

Sepanjang Jalan Panjang

"Ya, mungkin kata-kata yang kita punya telah habis di sepanjang perjalanan kita selama ini.
mungkin berserakan seiring langkah, 
mungkin  luntur oleh air mata dan keringat,
mungkin menguap bersama harap.
siapa yang tahu?"

Sabtu, 23 November 2013

Dialogue

"mungkin ada yang khilaf mengganti gula dengan serbuk obat dalam kopimu hingga pahit tak terelakkan.
mungkin ada yang khilaf mengganti siang dengan malam, hingga terjaga kala petang dan terlelap menjelang siang.
dan tak ada yang Dia lewatkan dengan kekhilafan, tak ada secuilpun kekosongan."

Senin, 18 November 2013

Lagi, Cintaku Runtuh

Kasih,
Aku kehilangan kata lagi
Saat seperti saat pertama ku temui wajah itu
Yang ragu campur malu
Menerka-terka siapa yang datang menghampiri;
Dua tahun lalu

Senin, 30 September 2013

KutuKutuk(A)Ku



Aku ini kutu

Kutu yang mengganggu acara nonton tivi mu
Kutu yang mengganggu konsentrasi belajar mu
Kutu yang mengganggu jam minum kopi mu
Kutu yang mengganggu lelap tidurmu

ProkProkProkDadiOpoProkProkProk



Akan menjadi   apa Kau malam ini ?

Sabtu, 28 September 2013

Kau Adalah Waktu



Kau
Adalah waktu yang menguasaimu
Sedang aku
Adalah tokoh orang ke-3
Bahkan menjadi tokoh bayangan saja

Kamis, 15 Agustus 2013

Get Lost


Pada malam-malam senyap aku bicara
Dibawah cahaya lindap jiwa tegap dadaku sigap
Ini obrolan tentang lakon
Yang kerap ku hidupkan dan terhidupkan
Tentang Mira, Fatma, Dara, Lintang, juga Jaka dan Mbok Yum
Tentang pelajar, fashionista, si lugu dan pelacur
Tentang gelandang, pegawai negeri, konglomerat, dan pengacau
Aku paham benar bagaimana memunguti bulir beras untuk makan
Aku pandai bermain saham
Aku suka menjilat Lollypop

Sabtu, 20 Juli 2013

*bakal calon musikalisasi puisi* (perlu edit sana-sini)



Sekian lama tak jumpa denganmu…rindu
Berhari berbulan bertahun ku tunggu…sendu

Malam ini dikau datang menjemputku dalam haru
Erat pelukanmu, merasuk ke dalam jiwaku
Di bawah rembulan melepas rindu berpadu satu
Mendekap hati yang nyaris beku

Senin, 20 Mei 2013

Berapa Harganya?


Aku berkeliling dunia…hingga puluhan negeri ku jejaki
Dari utara ke selatan, timur ke barat
Dari gemerlap tengah kota ke perkampungan kumuh di tepian
Untuk sesuatu yang tengah ku cari dan ku impikan

Minggu, 21 April 2013

Selamat Malam, Lucky


Selamat malam, Lucky
Aku hanya ingin mengaku
Mengaku bahwa aku mulai jenuh berada disini
Iya, dibawah sini, di dalam sini
Aku mulai merindukan angin malam
Bintang
Lampu kota
Menghabiskan malam di pinggir jalan
di teras pertokoan
Atau sekedar duduk-duduk di bukit itu
dan memandangi langit malam
membiarkan rambutku terbang-terbang sesukanya
membiarkan tubuhku merasakan lagi apa itu malam
tanpa mantel



21 April 2013

Kamis, 18 April 2013

Tenang = Kamu


Kami tengah bicara dari hati ke hati
Diantara malam dan gemericik hujan
Yang jatuh di permukaan kolam
Yang membikin nada-nada paling merdu sepanjang malam
Dan katak dan ikan dan bunga teratai
Bersenandung sendu pun tangis berderai
Mungkin terharu mendengar kami berbisik ragu
Atau kecewa akan musim yang terlambat tiba
Biarlah mereka buat malam ini semakin dalam

Minggu, 10 Maret 2013

Pesan Singkat yang Tersirat dalam Surat

Malam ini lodaya kembali mengantarkan pulang
menyusuri ratusan kilometer rel yang mulai lelah
mengantarkan suka dan duka
mengirim pertemuan, melepas perpisahan,
memberikan jarak, juga menghapusnya
seperti kita, yang kembali berjarak

(ini baru) Galau!

entah benar entah salah
entahh menuju entah meninggalkan
aku menuju, tapi aku melihat semuanya berlalu
aku meninggalkan, tapi aku melihat senyum menyambut
ada yang menghantarkanku
ada yang menahanku

Capek, lelah, letih (syukurlah, ternyata saya masih manusia)

langsung saja;
tangan ku sudah lelah menulis
hatiku tak bisa lagi berlaku lembut
tak bisa lagi berkobar dalam setiap kata yang ku susun
juga meresap perlahan hingga menembus tulang setiap pemuja pun tak kuasa

Jumat, 25 Januari 2013

Kembali: yang berlalu bangkit, kembali!

Akhirnya aku kan tiba di hari dimana aku menjadi bukan siapa-siapa, kembali

Terasing di dunia yang  tengah ku bangun, kembali
Menjadi pincang di atas kaki yang baru saja ku kokohkan, kembali

Menjadi cacat dalam tubuh yang ku hidupkan, kembali
Terperangkap dalam hati yang membatu, kembali

Sabtu, 05 Januari 2013

Surya: Aku Suka Caramu Tersipu


Selamat, Malam. Aku masih menunggu kekasihku. Ia akan segera datang dari timur. dan aku harus segera meninggalkanmu, Bulan.

…dan jangan paksa aku tuk tinggal. Jelas ia akan marah jika aku tak menyuguhkan senyumku dihadapannya. Kau harus pergi, segera.

Lama aku tak melihatnya... Sejak aku berlari ke arahmu, dan meninggalkannya di tepi langit. Tenggelam